TINJAUAN PUSTAKA


KELOMPOK :
ABDUL HAMID(F1D2 11139)
ADRIANA(F1D2 08045)
ANDRY JUFRI(F1D2 11113)
IIS ISRAWATI(F1D2 08010)
MARFIN(F1D2 11106)
ULKI SARAH(F1D2 11131)
ZAKAT FITRI(F1D2 11121)
FAKULTAS KESEHATAN MASYARAKAT
UNIVERSITAS HALUOLEO
KENDARI
2012
BAB I
PENDAHULUAN
PENDAHULUAN
Tinjauan pustaka ini
meliputi 11 kelompok pembahasan :
·
Pembahasan pertama merupakan tinjauan
singkat tentang logistik maupun manajemen logistik sebagai pengantar pengenalan
tentang manajemen logistik.
·
Pembahasan kedua mengenai kilas balik
sejarah logistik.
·
Pembahasan ketiga, keempat dan kelima mengenai tujuan, jenis barang dan
asas-asas dalam manajemen logistik.
·
Pembahasan keenam tentang bagaimana
manajemen logistik menjalankan fungsinya.
·
Pembahasan ketujuh mengenai bagaimana
sebenarnya konsep manajemen logistik.
·
Pembahasan kedelapan dan kesembilan
berbicara tentang system manajemen yg lazim digunakan.
·
Pembahasan kesepuluh berbicara tentang
kaitan erat manajemen logistik kaitannya dengan rantai pasok.
·
Sebagai penutup pembahasan, maka
pembahasan kesebelas menjelaskan tentang bagaimana mengelola manajemen logistik
yang baik.
BAB II
PEMBAHASAN
PEMBAHASAN
Ø PENGERTIAN
Logistik
berasal dari bahasa Yunani Kuno yaitu Logistikos yang berarti terdidik/pandai dalam
memperkirakan/berhitung.
Berikut ini merupakan
pengertian logistik menurut para ahli :
·
Donald J.Bowersok (2000) ; Logistik didefinisikan
sebagai Proses pengelolaan yang strategis
terhadap pemindahaan dan penyimpanan barang, suku cadang dan barang jadi dari
supplier, di antara fasilitas-fasilitas perusahaan dan kepada para langganan.
·
H. Subagya, MS (1996) ; Logistik merupakan salah
satu kegiatan yang bersangkutan dengan segi-segi:
1. Perencanaan dan pengembangan,
pengadaan, penyimpanan, pemindahan, penyaluran, pemeliharaan, pengungsian dan
penghapusan alat-alat perlengkapan.
2. Pemindahan, pengungsian dan
peralatan personil.
3. Pengadaan atau pembuatan,
penyelengaraan pemeliharaan dan penghapusan fasilitas-fasilitas.
4. Pengusahaan atau pemberian pelayanan
/ bantuan-bantuan.
·
Lukas Dwiantara dan Rumsari Hadi
(2004) ;
Manajemen logistic merupakan serangkaian
kegiatan perencanaan, pengorganisasian, dan pengawasan terhadap kegiatan
pengadaan pencatatan, pendistribusian, penyimpanan, pemeliharaan dan
penghapusan logistik guna mendukung efektivitas dan efidiensi dalam upaya
pencapaian tujuan organisasi.
·
Indriyi G dan Agus Mulyono (1998) ; Kegiatan logistik adalah mengembangkan operasi yang terpadu dari
kegiatan pengadaan atau pengumpulan bahan, pengangkutan atau transportasi,
penyimpanan, pembungkusan maupun pengepakan pendistribusian, dan pengaturan
terhadap kegiatan tersebut’.
·
Siagian (1992)
menyatakan manajemen adalah seni memperoleh hasil melalui berbagai
kegiatan yang dilakukan oleh orang lain, sedangkan logistik adalah bahan untuk
kegiatan operasional yang sifatnya habis pakai. Manajemen logistik adalah suatu ilmu pengetahuan dan atau seni serta
proses mengenai perencanaan dan penentuan kebutuhan pengadaan, penyimpanan,
penyaluran dan pemeliharaan serta penghapusan material/alat-alat.
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Manajemen logistik merupakan bagian dari
proses supply chain yang berfungsi
untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan
penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik
permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam
tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.
Ø SEJARAH
LOGISTIK
Logistik adalah konsep yang dianggap
berevolusi dari kebutuhan pihak militer untuk memenuhi persediaan mereka ketika
mereka beranjak ke medan perang dari markas. Pada kekaisaran Yunani, Romawi dan
Bizantium kuno, ada perwira militer dengan gelar ‘Logistikas’, yang bertanggung
jawab atas distribusi dan pendanaan persediaan perang.
Logistik
Militer
ILS(
Integrated Logistics Support) adalah disiplin yang digunakan oleh
tentara/militer untuk memastikan sistem pendukung yang kuat dengan layanan
perbekalan (logistik) konsep pemikirannya adalah biaya terendah dan sesuai
dengan kebutuhan, handal, persediaan yang mencukupi, maintainability dan
lain-lain sebagai persyaratan yang ditetapkan untuk itu.
Dalam
logistik militer, petugas logistik mengatur bagaimana dan kapan untuk
memindahkan sumber daya mereka ke tempat-tempat yang diperlukan. Dalam ilmu
militer, menjaga pasokan perbekalan tidak boleh terganggu oleh musuh sebagai
bagian dari strategi militer, karena angkatan bersenjata tanpa sumber daya
perbekalan dan transportasi akan tdk berdaya.
Namun baharunya logistik berasal dari pendekatan yang sama
sekali berbeda dan terpadu terhadap manajemen
yang mulai muncul selama tahun-tahun 1950-an.
Ø TUJUAN
MANAJEMEN LOGISTIK
Pada dasarnya tujuan manajemen logistik adalah menyampaikan
barang jadi dan bermacam- macam material dalam jumlah yang tepat pada waktu
yang dibutuhkan, dalm keadaan yang dapat dipakai, ke lokasi di mana ia
dibutuhkan, dan dengan total biaya yang terendah.
1) Tujuan umum.
a.Tujuan operasional adalah agar tersedia barang atau bahan dalam jumlah yang tepat dan mutu yang memadai.
b.Tujuan keuangan adalah agar operasional dapat terlaksana dengan biaya yang serendah rendah nya.
c.Tujuan pengamanan adalah agar persediaan tidak terganggu dari kerusakan, pemborosan, pencurian dan penyusutan yang tidak wajar.
a.Tujuan operasional adalah agar tersedia barang atau bahan dalam jumlah yang tepat dan mutu yang memadai.
b.Tujuan keuangan adalah agar operasional dapat terlaksana dengan biaya yang serendah rendah nya.
c.Tujuan pengamanan adalah agar persediaan tidak terganggu dari kerusakan, pemborosan, pencurian dan penyusutan yang tidak wajar.
2) Tujuan khusus.
Mendukung efektifitas dan efesiensi dalam setiap upaya pencapaian tujuan organisasi.
Mendukung efektifitas dan efesiensi dalam setiap upaya pencapaian tujuan organisasi.
Ø JENIS
BARANG DALAM MANAJEMEN LOGISTIK
1. Barang konsumsi : adalah barang
yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan konsumen akhir.
Produsen - Konsumen
Produsen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Pedagan Besar - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen
2. Barang Industri : adalah suatu barang yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan industry.
Produsen - Pemakai industri
Produsen - Distributor industri - Pemakai industri
Produsen - Agen - Pemakai industri
Produsen - Agen Distributor industri - Pemakai industri
Produsen - Konsumen
Produsen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Pedagan Besar - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pengecer - Konsumen
Produsen - Agen - Pedagang Besar - Pengecer - Konsumen
2. Barang Industri : adalah suatu barang yang dihasilkan perusahaan untuk kepentingan industry.
Produsen - Pemakai industri
Produsen - Distributor industri - Pemakai industri
Produsen - Agen - Pemakai industri
Produsen - Agen Distributor industri - Pemakai industri
Ø ASAS-ASAS
MANAJEMEN LOGISTIK
Asas
Keahlian
Asas kreativitas
Asas Ketelitian
Asas Ketertiban dan Kedisiplinan
Asas Kualitas Pelayanan
Asas Kesempurnaan Watak
Asas Efektivitas
Asas Efisiensi
Asas kreativitas
Asas Ketelitian
Asas Ketertiban dan Kedisiplinan
Asas Kualitas Pelayanan
Asas Kesempurnaan Watak
Asas Efektivitas
Asas Efisiensi
Ø FUNGSI
MANAJEMEN LOGISTIK
1) Fungsi
Perencanaan
Pengertian umum adalah proses untuk
merumuskan sasaran dan menentukan langkah-langkah yang harus dilaksanakan untuk
mencapai tujuan yang telah ditentukan. Sedangkan secara khusus perencanan
logistik adalah merencanakan kebutuhan logistik yang pelaksanaannya dilakukan
oleh semua calon pemakai (user) kemudian diajukan sesuai dengan alur yang
berlaku di masing- masing organisasi( Mustikasari: 2007).
Subagya menyatakan perencanaan
adalah hasil rangkuman dari kaitan tugas pokok, gagasan, pengetahuan,
pengalaman dan keadaan atau lingkungan yang merupakan cara terencana dalam
memuat keinginan dan usaha merumuskan dasar dan pedoman tindakan.
Pengelolaan logistik cenderung
semakin kompleks dalam pelaksanannya sehingga akan sangat sulit dalam
pengendalian apabila tidak didasari oleh perencanaan yang baik.
Perencanaan yang baik menuntut
adanya sistem monitoring, evaluasi dan reporting yang memadai dan berfungsi
sebagai umpan balik untuk tindakan pengandalian terhadap devisi-devisi yang
terjadi.
Suatu rencana harus di dukung oleh
semua pihak, rencana yang dipaksakan akan sulit mendapatkan dukungan bahkan
sebaliknya akan berakibat tidak lancar dalam pelaksanaannya.
2)
Fungsi Penganggaran
Penganggaran (budgetting), adalah
semua kegiatan dan usaha untuk merumuskan perincian penentu kebutuhan dalam
suatu skala tertentu/skala standar yaitu skala mata uang dan jumlah biaya
(Subagya & Mustikasari).
Dalam fungsi penganggaran, semua
rencana-rencana dari fungsi perencanaan dan penentu kebutuhan dikaji lebih
lanjut untuk disesuaikan dengan besarnya biaya dari dana-dana yang tersedia.
Dengan mengetahui hambatan-hambatan dan keterbatasan yang dikaji secara seksama
maka anggaran tersebut merupakan anggaran yang reliable.
Apabila semua perencanaan dan penentu
kebutuhan telah dicek berulang kali dan diketahui untung ruginya serta telah
diolah dalam rencana biaya keseluruhan, maka penyediaan dana tersebut tidak
boleh diganggu lagi, kecuali dalam keadaan terpaksa.Pengaturan keuangan yang
jelas, sederhan dan tidak rumit akan sangat membantu kegiatan.
Dalam menyusun anggaran terdapat
beberapa hal yang harus di perhatikan antara lain adalah:
a. Peraturan–peraturan terkait
b. Pertimbangan politik, sosial, ekonomi dan tehnologi
c. Hal-hal yang berhubungan dengan anggaran
d. Pengaturan anggaran seperti: sumber biaya pendapatan sampai dengan pengaturan logistic.
a. Peraturan–peraturan terkait
b. Pertimbangan politik, sosial, ekonomi dan tehnologi
c. Hal-hal yang berhubungan dengan anggaran
d. Pengaturan anggaran seperti: sumber biaya pendapatan sampai dengan pengaturan logistic.
Sumber anggaran di suatu rumah sakit
bermacam-macam, tergantung pada institusi yang ada apakah milik pemerintah atau
swasta. Pada Rumah sakit Pemerintah, sumber anggaran dapat berasal dari Dana
Subsidi (Bappenas, Depkes, Pemda) dan dari penerimaan rumah sakit. Sedangkan
pada rumah sakit swasta sumber anggaran berasal dari Dana Subsidi (Yayasan dan
Donatur), Penerimaan rumah sakit dan Dana dari pihak ketiga (Mustikasari).
Alokasi anggaran logistik Rumah
Sakit 40 % - 50 % dalam bentuk obat-obatan dan bahan farmasi, alat tulis
kantor, cetakan, alat rumah tangga, bahan makanan, alat kebersihan dan suku
cadang.
3)
Fungsi Pengadaan
Pengadaan
adalah semua kegiataan dan usaha untuk menambah dan memenuhi kebutuhan barang
dan jasa berdasarkan peraturan yang berlaku dengan menciptakan sesuatu yang
tadinya belum ada menjadi ada. Kegiatan ini termasuk dalam usaha untuk tetap
mempertahankan sesuatu yang telah ada dalam batas-batas efisiensi. (Subagya:
1994).
Sedangkan
Mustikasari berpendapat fungsi pengadaan merupakan kegiatan untuk merealisasi
atau mewujudkan kebutuhan yang telah direncanakan atau telah disetujui
sebelumnya.
Pengadaan
tidak selalu harus dilaksanakan dengan pembelian tetapi didasarkan dengan
pilihan berbagai alternatif yang paling tepat dan efisien untuk kepentingan
organisasi.
Cara–cara
yang dapat dilakukan untuk menjalankan fungsi pengadaan adalah:
a. Pembelian
b. Penyewaan
c. Peminjaman
d. Pemberian ( hibah )
e. Penukaran
f. Pembuatan
g. Perbaikan
a. Pembelian
b. Penyewaan
c. Peminjaman
d. Pemberian ( hibah )
e. Penukaran
f. Pembuatan
g. Perbaikan
Proses
pengadaan peralatan dan perlengkapan pada umumnya dilaksanakan dengan tahapan
sebagai berikut:
a. Perencanaan dan penentuan kebutuhan
b. Penyususnan dokumen tender
c. Pengiklanan/penyampaian uandangan lelang
d. Pemasukan dan pembukuan penawaran
e. Evaluasi penawaran
f. Pengusulan dan penentuan pemenang
g. Masa sanggah
h. Penunjukan pemenang
i. Pengaturan kontrak
j. Pelaksanaan kontrak
a. Perencanaan dan penentuan kebutuhan
b. Penyususnan dokumen tender
c. Pengiklanan/penyampaian uandangan lelang
d. Pemasukan dan pembukuan penawaran
e. Evaluasi penawaran
f. Pengusulan dan penentuan pemenang
g. Masa sanggah
h. Penunjukan pemenang
i. Pengaturan kontrak
j. Pelaksanaan kontrak
Mengingat
fungsi pengadaan adalah fungsi tehnis yang menyangkut pihak luar maka
pengendalian fungsi pengadaan perlu mendapatkan perhatian. Pengendalian
dilaksanakan dari awal kegiatan sampai dengan pemeliharaan. Kebijakan
pemerintah yang mengatur tentang pengadaan barang adalah Keppres No. 80 tahun
2003.
Beberapa
hal yang harus diperhatikan pada fungsi pengadaan antara lain:
A.Kode
etik pengadaan.
Kode etik
pengadaan yang dikemukakan oleh George W. Aljian, antara lain:
• Hubungan pribadi dengan para pedagang sangat perlu, namun seorang pembeli harus tetap tidak berpihak dalam semua tahap perdagangan
• Tidak boleh ada keterangan orang dalam, kepada siapapun.
• Memberi batas kepada seorang rekanan adalah melanggar etika
• Hubungan pribadi dengan para pedagang sangat perlu, namun seorang pembeli harus tetap tidak berpihak dalam semua tahap perdagangan
• Tidak boleh ada keterangan orang dalam, kepada siapapun.
• Memberi batas kepada seorang rekanan adalah melanggar etika
B.Pelelangan
pengadaan barang.
Setiap
mengadakan pelelangan dan pengadaan barang harus dibentuk panitia pengadaan dan
pelangan milik negara yang ditentukan sebagai berikut:
• Keanggotaan panitia sekurang-kurangnya 5 orang terdiri dari unsur: Perencana, pemikir pekerjaan yang bersangkutan, penaggung jawab keuangan, penanggung jawab perlengkapan, penanggung jawab tehnis.
• Dilarang duduk sebagai anggota panitia adalah: Kepala kantor/satuan pekerja/pemimpin proyek, pegawai pada inspektorat jenderal atau unit-unit yang berfungsi sebagai pemeriksa.
• Panitia pelelangan dibentuk oleh kepala kantor/satuan pekerja/pemimpin proyek
• Masa kerja panitia berakhir sesuai dengan tugasnya setelah pemenang pelelangan ditunjuk (Subagya:1994).
• Keanggotaan panitia sekurang-kurangnya 5 orang terdiri dari unsur: Perencana, pemikir pekerjaan yang bersangkutan, penaggung jawab keuangan, penanggung jawab perlengkapan, penanggung jawab tehnis.
• Dilarang duduk sebagai anggota panitia adalah: Kepala kantor/satuan pekerja/pemimpin proyek, pegawai pada inspektorat jenderal atau unit-unit yang berfungsi sebagai pemeriksa.
• Panitia pelelangan dibentuk oleh kepala kantor/satuan pekerja/pemimpin proyek
• Masa kerja panitia berakhir sesuai dengan tugasnya setelah pemenang pelelangan ditunjuk (Subagya:1994).
Ø Fungsi
Penyimpanan
Penyimpanan merupakan suatu kegiatan
dan usaha untuk melakukan pngelolaan barang persediaan di tempat penyimpanan.
(Mustikasari: 2007) Penyimpanan berfungsi untuk menjamin penjadwalan yang telah
ditetapkan dalam fungsi-fungsi sebelumya dengan pemenuhan setepat-tepatnya dan
biaya serendah-rendahnya. Fungsi ini mencakup semua kegiatan mengenai
pengurusan, pengelolaan dan penyimpanan barang. Fungsi yang lain adalah:
Kualitas barang dapat dipertahankan, barang terhindar dari kerusakan, pencarian
barang yang lebih mudah dan barang yang aman dari pencuri.
Faktor – faktor yang perlu mendapat
perhatian dalam fungsi penyimpanan adalah:
a. Pemilihan lokasiAksesibilitas, utilitas, komunikasi, bebas banjir, mampu menampung barang yang disimpan, keamanan dan sirkulasi udara yang baik.
§Barang khusus: Obat-obatan, alat-alat medis dll.§b. Barang (Jenis, bentuk barang atau bahan yang disimpan) Jenis dan bentuk barang dapat digolongkan ke dalam: Barang biasa: Kendaraan, mobil ambulance, alat-alat berat, brankar, kursi roda dll.
c. Pengaturan ruang Bentuk-bentuk tempat penyimpanan, rencana penyimpanan, penggunaan ruang secara efisien dan pengawasan ruangan.
d. Prosedur/sistem penyimpanan Formulir-formulir transaksi, kartu-kartu catatan, kartu-kartu pemeriksaan, cara pengambilan barang, pengawetan dll.
e. Penggunaan alat bantu
f. Pengamanan dan keselamatan Pencegahan terhadap api, pencurian, tindakan pencegahan terhadap kecelakan, gangguan terhadap penyimpanan dan tindakan keamanan.
a. Pemilihan lokasiAksesibilitas, utilitas, komunikasi, bebas banjir, mampu menampung barang yang disimpan, keamanan dan sirkulasi udara yang baik.
§Barang khusus: Obat-obatan, alat-alat medis dll.§b. Barang (Jenis, bentuk barang atau bahan yang disimpan) Jenis dan bentuk barang dapat digolongkan ke dalam: Barang biasa: Kendaraan, mobil ambulance, alat-alat berat, brankar, kursi roda dll.
c. Pengaturan ruang Bentuk-bentuk tempat penyimpanan, rencana penyimpanan, penggunaan ruang secara efisien dan pengawasan ruangan.
d. Prosedur/sistem penyimpanan Formulir-formulir transaksi, kartu-kartu catatan, kartu-kartu pemeriksaan, cara pengambilan barang, pengawetan dll.
e. Penggunaan alat bantu
f. Pengamanan dan keselamatan Pencegahan terhadap api, pencurian, tindakan pencegahan terhadap kecelakan, gangguan terhadap penyimpanan dan tindakan keamanan.
Ø Fungsi
Penyaluran (Distribusi)
Penyaluran atau distribusi merupakan
kegiatan atau usaha untuk mengelola pemindahan barang dari satu tempat ke
tempat lainnya (Subagya: 1994). Faktor yang mempengaruhi penyaluran barang
antara lain:
a. Proses Administrasi
b. Proses penyampaian berita (data-data informasi)
c. Proses pengeluaran fisik barang
d. Proses angkutan
e. Proses pembongkaran dan pemuatan
f. Pelaksanaan rencana-rencana yang telah ditentukan
Ketelitian dan disiplin yang ketat dalam menangani masalah penyaluran merupakan unsur yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
a. Proses Administrasi
b. Proses penyampaian berita (data-data informasi)
c. Proses pengeluaran fisik barang
d. Proses angkutan
e. Proses pembongkaran dan pemuatan
f. Pelaksanaan rencana-rencana yang telah ditentukan
Ketelitian dan disiplin yang ketat dalam menangani masalah penyaluran merupakan unsur yang sangat penting untuk mencapai tujuan yang diharapkan.
Ø Fungsi
Penghapusan
Penghapusan adalah kegiatan atau
usaha pembebasan barang dari pertanggungjawaban sesuai peraturan dan
perundang-undangan yang berlaku (Subagya: 1994). Alasan penghapusan barang
antara lain:
a. Barang hilang, akibat kesalahan sendiri, kecelakaan, bencana alam, administrasi yang salah, tercecer atau tidak ditemukan
b. Tehnis dan ekonomis: Setelah nilai barang dianggap tidak ada manfaatnya. Keadaan tersebut disebabkan faktor-faktor : Kerusakaan yang tidak dapat diperbaiki, obsolete (meningkatkan efisiensi atau efektifitas), kadaluarsa yaitu suatu barang tidak boleh dipergunakan lagi menurut ketentuan waktu yang ditetapkan, aus atau deteriorasi yaitu barang mengurang karena susut, menguap atau hadling, Busuk karena tidak memenuhi spesifikasi sehingga barang tidak dapat dipergunakan lagi.
c. Surplus dan ekses
d. Tidak bertuan: Barang-barang yang tidak diurus
e. Rampasan yaitu barang-barang bukti dari suatu perkara.
a. Barang hilang, akibat kesalahan sendiri, kecelakaan, bencana alam, administrasi yang salah, tercecer atau tidak ditemukan
b. Tehnis dan ekonomis: Setelah nilai barang dianggap tidak ada manfaatnya. Keadaan tersebut disebabkan faktor-faktor : Kerusakaan yang tidak dapat diperbaiki, obsolete (meningkatkan efisiensi atau efektifitas), kadaluarsa yaitu suatu barang tidak boleh dipergunakan lagi menurut ketentuan waktu yang ditetapkan, aus atau deteriorasi yaitu barang mengurang karena susut, menguap atau hadling, Busuk karena tidak memenuhi spesifikasi sehingga barang tidak dapat dipergunakan lagi.
c. Surplus dan ekses
d. Tidak bertuan: Barang-barang yang tidak diurus
e. Rampasan yaitu barang-barang bukti dari suatu perkara.
Program penghapusan dapat ditinjau
dari dua aspek antara lain:
a. Aspek yuridis, administrasi dan prosedur Dalam aspek yuridis mencakup hal-ha: Pembentukan panitia penilai, identifikasi dan inventarisasi peraturan-peraturan yang mengikat, persyaratan atau ketentuan terhadap barang yang dihapus, penyelesaian kewajiban sebelum barang dihapus.
b. Aspek rencana pelaksana tehnis
Evaluasi, rencana pemisahan dan pembuangan serta rencana tindak lanjut.
a. Aspek yuridis, administrasi dan prosedur Dalam aspek yuridis mencakup hal-ha: Pembentukan panitia penilai, identifikasi dan inventarisasi peraturan-peraturan yang mengikat, persyaratan atau ketentuan terhadap barang yang dihapus, penyelesaian kewajiban sebelum barang dihapus.
b. Aspek rencana pelaksana tehnis
Evaluasi, rencana pemisahan dan pembuangan serta rencana tindak lanjut.
Cara-cara penghapusan yang lazim
dilakukan antara lain :
ü Pemanfaatan langsung: Usaha
merehabilitasi/merekondisi komponen-komponen yang masih dapat digunakan kembali
dan dimasukkan sebagai barang persediaan baru.
ü Pemanfaatan kembali: Usaha
meningkatkan nilai ekonomis dari barang yang dihapus menjadi barang lain.
ü Pemindahan: Mutasi kepada instansi
yang memerlukan dalam rangka pemanfaatan langsung.
ü Hibah: Pemanfaatan langsung atau
peningkatan potensi kepada badan atau pihak di luar instansi (Pemerintah).
ü Penjualan/Pelelangan: Dijual baik di
bawah tangan atau dilelang.
ü Pemusnahan: Menyangkut keamanan dan
keselamatan lingkungan.
Ø Fungsi
Pengendalian
Pengendalian adalah sistem
pengawasan dari hasil laporan, penilaian, pemantauan dan pemeriksaan terhadap
langkah-langkah manajemen logistik yang sedang atau telah berlangsung
(Mustikasari: 2007). Bentuk kegiatan pengendalian antara lain:
a. Merumuskan tatalaksana dalam bentuk manual, standar, kriteria, norma, instruksi dan prosedur lain
b. Melaksanakan pengamatan (Monitoring), evaluasi dan laporan, guna mendapatkan gambaran dan informasi tentang penyimpangan dan jalannya pelaksanaan dari rencana.
c. Melakukan kunjungan staf guna mengidentifikasi cara-cara pelaksanaan dalam rangka pencapaian tujuan.
d. Melakukan supervise.
a. Merumuskan tatalaksana dalam bentuk manual, standar, kriteria, norma, instruksi dan prosedur lain
b. Melaksanakan pengamatan (Monitoring), evaluasi dan laporan, guna mendapatkan gambaran dan informasi tentang penyimpangan dan jalannya pelaksanaan dari rencana.
c. Melakukan kunjungan staf guna mengidentifikasi cara-cara pelaksanaan dalam rangka pencapaian tujuan.
d. Melakukan supervise.
Agar pelaksanaan pengendalian dapat
berjalan dengan baik diperlukan sarana- sarana pengendalian sebagai berikut:
a. Struktur organisasi yang baik.
b. Sistem informasi yang memadai.
c. Klasifikasi yang selalu mengikuti perkembangan menuju standardisasi.
d. Pendidikan dan pelatihan.
e. Anggaran yang cukup memadai.
a. Struktur organisasi yang baik.
b. Sistem informasi yang memadai.
c. Klasifikasi yang selalu mengikuti perkembangan menuju standardisasi.
d. Pendidikan dan pelatihan.
e. Anggaran yang cukup memadai.
Ø KONSEP
MANAJEMEN LOGISTIK
Konsep manajemen logistik terdiri
dari 2 usaha yang saling berkaitan yaitu :
(1) Operasi logistik, dan
(2) Koordinasi logistik
Operasi Logistik
Aspek ini mengenai manajemen
pemindahan dan penyimpanan material dan produk jafi perusahaan. Jadi, operasi
logistik dapat dipandang sebagai berawal dari pengangkutan pertama material
atau komponen-komponen dari sumbernya dan berakhir pada penyerahan produk
kepada konsumen.
Operasi logistik sendiri terbagi 3
bagian, yakni :
a. Manajemen distribusi fisik.
Adalah aspek logistik keseluruhan
yang berhubungan dengan pengelolaan dan pengiriman barang yang dipesan oleh
pelanggan.
b. Manajemen Material.
Menyangkut perolehan dan
pengangkutan material suku cadang, dan atau persediaan barang jadi untuk dijual
kembali.
c. Transfer persediaan barang
(internal).
Berkenaan dengan pergerakan
fasilitas-fasilitas perusahaan
Koordinasi Logistik
Adalah identifikasi kebutuhan
pergerakan dan penetapan rencana untuk memadukan seluruh operasi logistik.
Koordinasi logistik dibagi kedalam 4
bidang yakni :
1.
Peramalan
(forecasting)
2.
Pengelolaan
pesanan
3.
Perencanaan
operasi
4.
Perencanaan/Pengadaan
kebutuhan material
Ø SISTEM
MANAJEMEN LOGISTIK
Ada 5 komponen yang tergabung untuk membentuk system
manajemen logistik, yakni :
1.
Struktur
lokasi fasilitas
2.
Transportasi
3.
Persediaan
(invertory)
4.
Komunikasi
5.
Penanganan
(handling) dan penyimpanan(storage)
Ø SISTEM
MANAJEMEN LOGISTIK YANG LAZIM DIGUNAKAN
Banyaknya segi manajemen logistik
membuat desain suatu system operasi menjadi suatu tugas yang kompleks dan
rumit. Untuk mendesain suatu system dengan mengharapkan hasil yg maksimal, maka
haruslah selalu memperhatikan bahwa
setiap system itu punya ciri khas masing-masing.
Namun, semua system mempunyai 2
karakteristik yg sama. Pertama , ia didisain untuk mendorong arus persediaan yg
maksimum. Yang kedua, system itu hendaklah didisain dlam keadaan teknologi yang
ada dari perkembangan komponen-komponen sistem logistik.
Bertolak dari kenyataan tersebut,
maka ada 3 pola yg menonjol yg banyak dipakai untuk system menajemen operasi
logistik, yaitu :
I.
Sistem Eselon
Istilah Eselon ini mengandung arti
bahwa arus produk atau material itu berlangsung melalui serangkaian lokasi yang
berurutan sejak ia bergerak dari tempat awal sampai ke tujuan akhir. Arus
tersebut menyangkut pula penumpukan persediaan di gudang. Jadi, cirri-ciri
esensial dari system eselon adlah bahwa persediaan ditumpuk pada satu atau
lebih tempat sebelum ia sampai di tujuan akhirnya.
II.
System Langsung
Bertolak belakang dengan pola eselon
adalah system yang beroperasi langsung dari salah satu atau sejumlah pusat
penumpukan persediaan.
III.
System Fleksibel
System logistik yang paling lazim
digunakan adalah system yang mengkombinasikan prinsip-prinsip system eselon
dengan system langsung manjadi satu pola operasi yang fleksibel, sebagaimana
telah dikemukakan sebelumnya, selektivitas persediaan didorong adanya desain
system logistik. Sebagian produk dapat ditahan di gudang, sebagian yang lain
dapat langsung didistribusikan.
Ø MANAJEMEN
LOGISTIK DAN RANTAI PASOK
Transportation
Problem
Masalah transportasi merupakan salah
satu hal yang sangat penting dan selalu hadir dalam pengantaran barang, adapun
penyebabnya yang berubah dari waktu ke waktu karena variabel-variabel yang
banyak melingkupinya. Diantaranya yakni cuaca yang tidak diprediksi, kualitas
jalan yang tidak memenuhi standar, kepadatan kendaraan yang setiap harinya
selalu bertambah namun tidak diimbangi dengan penambahan kapasitas jalan atau
kelalaian supir dalam delivery.
Hal pertama yakni keadaan cuaca
mempunyai pengaruh penting terutama di Negara yang mempunyai basis kepulauan
seperti Indonesia, dimana keadaan laut yakni tinggi gelombang laut dan cuaca
harus diperhatikan dalam masalah transportasi.
Maka perkiraan cuaca yang baik dapat
memecahkan masalah tersebut, tapi lain halnya dengan pemilihan rute jalan yang
akan diambil oleh suatu perusahaan dalam mengantarkan barang hingga sampai
kepada konsumen. Perusahaan harus memperhatikan jarak dan kapasitas penyimpanan
terhadap gudang yang akan dituju.
Penentuan
Rute Armada
Didalam masalah transportasi telah
disebutkan bahwa rute yang akan ditempuh harus memperhatikan jarak terhadap
gudang dan kapasitas penyimpanan gudang. Jarak yang merupakan komponen utama
dalam hal ini harus diperhatikan bahwa rute terpendek bukan menjadi hal utama
saja yang harus diperhatikan tetapi harus memperhatikan pula kapasitas gudang
karena orang selalu salah kaprah dengan mendahulukan faktor tersebut sebagai
dasar pengiriman barang.
Mempermudah pemilihan rute maka
harus memperhatikan banyak hal seperti jarak, waktu tempuh, banyak bahan bakar
yang dipakai atau keamanan rute perjalanan. Semua hal ini harus diperhatikan
agar resiko dari pemilihan kesalahan tersebut dapat diminimalkan agar tidak
menimbulkan kerugian yang terlalu besar.
Pemahaman suatu karakteristik rute dapat dipahami dan digunakan agar tidak menimbulkan biaya penyimpanan yang membengkak akibat barang terlalu lama disimpan digudang penyimpanan yang mengakibatkan tingginya biaya ongkos produksi.
Pemahaman suatu karakteristik rute dapat dipahami dan digunakan agar tidak menimbulkan biaya penyimpanan yang membengkak akibat barang terlalu lama disimpan digudang penyimpanan yang mengakibatkan tingginya biaya ongkos produksi.
Pemilihan
Model Transportasi
Suatu pengiriman barang dari daerah
satu ke daerah lainnya memang memerlukan perhitungan yang cermat dan tepat guna
menghindari berbagai resiko sehingga dapat mengurangi biaya ongkos
transportasi. Sebelumnya sudah diuraikan masalah-masalah transportasi, dan
menentukan rute armada, sehingga berlanjut pada pemilihan moda transpor.
Transpor yang dimaksud disini adalah
kendaraan yang dapat melakukan pengiriman barang sampai ke tempat tujuan yakni
konsumen yang memerlukan barang tersebut. Kegunaan utama transport adalah
mengantarkan dengan cepat dan tepat waktu. Adapun factor yang lainnya yang
mempengaruhi pemilihan transport bila dihubungkan dengan minimasi biaya, yakni
mencari transport yang murah tetapi dapat diandalkan atau kecepatannya sudah
maksimal dan tepat waktu atau tidak terlambat.
Di setiap rutinitas profesionalitas
pekerjaan pengiriman barang, maka suatu keterlambatan menjadi suatu hal yang harus
dihindari karena menyangkut ketepatan waktu yang disukai konsumen atau pengguna
barang.
Penentuan
Lokasi Fasilitas
Tahapan-tahapan yang terakhir dalam
sistem logistik dan rantai pasok adalah bagaimana menentukan lokasi fasilitas
untuk tempat penyimpanan produk yang akan dijual ke konsumen, karena tidak
setiap waktu, konsumen selalu membeli produk yang sama. Jika kita sebagai
penyedia barang atau distributor atau produsen maka akan selalu menyediakan
keperluan para konsumen walaupun konsumen tidak memerlukan produk tersebut,
karena kebutuhan konsumen yang selalu berubah-ubah terhadap waktu.
Pengiriman barang yang mudah dan
cepat adalah suatu hal yang harus dipenuhi kepada konsumen untuk menjamin
kepuasaannya karena kita tidak ingin tentunya apabila konsumen kita berpindah
ke produsen atau penyedia produk.
Bagaimana menangani logistik yang
baik? Apa saja ukuran-ukuran suatu sistem logistik yang berhasil? Perusahaan
sekelas apa saja yang seharusnya menerapkan sistem logistik?
Jawaban DR. Ir. Richardus Eko
Indrajit M.Sc., M.B.A. :
Menurut Martin Christopher, logistik
adalah:
“... a process of strategically managing the procurement, movement and storage of materials, parts and finished inventory (and the related information flows) through the organization and its marketing channels in such a way that current and future profitability are maximized through the cost-effective fulfillment of orders”.
“... a process of strategically managing the procurement, movement and storage of materials, parts and finished inventory (and the related information flows) through the organization and its marketing channels in such a way that current and future profitability are maximized through the cost-effective fulfillment of orders”.
Logistik dianggap sebagai suatu
proses yang sangat penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien
akan menjadi salah satu sumber keunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh
perusahaan. Dasar-dasar kesuksesan dalam kompetisi di pasar ada beberapa macam
tetapi suatu model sederhana yang dapat dikemukakan dan cukup masuk akal adalah
apa yang dinamakan sebagai “the triangular linkage of the company” atau “the
Three C’s” yaitu customers, competition dan company dengan hubungan keterkaitan
dibantara ketiganya seperti yang diperlihatkan pada Gambar 1.
Penanganan manajemen logistik yang
baik akan bermuara pada terbentuknya keunggulan kompetitif perusahaan. Sumber
dari keunggulan kompetitif tersebut terletak pertama-tama pada kemampuan
perusahaan membedakan dirinya sendiri di depan mata konsumen dari para
pesaingnya (value advantage). Kedua, dengan cara bekerja berbiaya rendah yang
berarti memperoleh laba yang lebih tinggi (productivity atau cost advantage).
Productivity
advantage
Biasanya makin besar volume produksi
suatu barang, biaya per satuan barang akan makin kecil karena fixed cost dibagi
lebih merata dengan angka pembagi yang lebih besar. Sedangkan variable cost per
satuan barang akan tetap, sehingga total cost per satuan barang akan mengecil.
Oleh karena itu, kenaikan market share akan menaikkan volume produksi dan
selanjutnya akan menurunkan biaya produksi per satu satuan barang. Namun, cara
menurunkan biaya produksi tidak hanya dengan menaikkan market share, tetapi
dapat juga dengan menurunkan biaya logistik.
Value
advantage
Sudah menjadi semacam axioma dalam
marketing management bahwa konsumen tidak membeli “barang” (product) tetapi
mereka membeli “faedah atau keuntungan tertentu” (benefit). Oleh karena itu,
bila perusahaan tidak mampu membedakan produknya dengan produk kompetitornya,
maka barang atau produknya akan menjadi “barang komoditas” biasa dan konsumen
akan cenderung membeli jenis barang tersebut yang harganya paling murah. Untuk
mendapatkan value advantage ini, maka perusahaan harus menciptakan nilai
tertentu dan biasanya harus dilakukan pada suatu segmen pasar tertentu.
Dalam prakteknya,
perusahaan-perusahaan yang sukses – tanpa perduli berskala kecil, menengah, dan
besar - ternyata terus menerus berusaha mencari posisi dalam pasar berdasarkan
kedua-dua advantage itu, yaitu productivity advantage dan value advantage.
Opsi-opsi yang tersedia dalam hubungan antara value advantage dan productivity
advantage adalah seperti Gambar 2.
Perusahaan yang merasa menempati
kotak bawah kiri dalam matrix tersebut berada pada posisi paling malang, karena
tidak mempunyai keunggulan apa-apa atau sangat minim. Cara satu-satunya adalah
harus bergerak ke kanan atau ke atas. Dalam matriks tersebut terlihat bahwa
fungsi logistik dapat membantu banyak untuk meningkatkan, baik value advantage
maupun productivity advantage.
Yang sangat penting diperhatikan
adalah bahwa layanan akan sangat menentukan dalam membedakan antara perusahaan
yang satu dan yang lainnya. Jenis layanan ini (value advantage) hampir tidak
terbatas jenisnya, dari yang memakan biaya sampai yang sama sekali tidak, atau
hanya membutuhkan biaya yang relatif sangat kecil.
Dapat dikatakan bahwa perusahaan
yang berhasil menjadi market leader adalah perusahaan yang mengusahakan dan
berhasil mencapai dua puncak kesempurnaan, yaitu cost leadership dan service
leadership.
BAB III
KESIMPULAN
KESIMPULAN
Jadi, dapat disimpulkan bahwa Manajemen logistik merupakan bagian dari
proses supply chain yang berfungsi
untuk merencanakan, melaksanakan, dan mengendalikan keefisienan dan keefektifan
penyimpanan dan aliran barang, pelayanan dan informasi terkait dari titik
permulaan (point of origin) hingga titik konsumsi (point of consumption) dalam
tujuannya untuk memenuhi kebutuhan para pelanggan.
Manajemen Logistik dianggap sebagai suatu proses yang sangat
penting, karena dengan pengelolaan yang efektif dan efisien akan menjadi salah
satu sumber keunggulan kompetitif yang dapat diciptakan oleh perusahaan.
Manajemen logistik
adalah sesuatu yg unik karena merupakan
salah satu aktivitas perusahaan yg tertua tetapi juga yg termuda.
Aktivitas logistik (lokasi, fasilitas, transportasi, inventarisasi, komunikasi,
pengurusan dan penyimpanan) telah dilaksanakan orang sejak awal spesialisasi
komersil. Sulit untuk dapat membayangkan sesuatu pemasaran atau manufacturing
yg tidak membutuhkan sokongan logistik.
DAFTAR PUSTAKA
RUJUKAN
DARI BUKU
Bowersox
Donald J.2002. Manajemen Logistik Terpadu. Bumi Aksara.
Jakarta.
RUJUKAN
DARI INTERNET
Anonymous. 2003 . Bagaimana Mengelola Logistik Dengan Baik. http://www.ebizzasia.com/0212-2003/q&a,0212.html
Anonymous. 2009 . Manajemen
Logistik. http://sunarlimanajemen.blogspot.com/2009/11/manajemen-logistik.html
Anonymous. Logistik . http://id.wikipedia.org/wiki/Logistik
Beny Mulyandi. 2009. Manajemen Logistik Dan Rantai Pasok. http://talawang.blogspot.com/2009/05/manajemen-logistik-dan-rantai-pasok.html



